Blog ini berisi pengetahuan tentang literasi digital dalam kehidupan sehari hari
Minggu, 24 Maret 2024
PROFILE UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Perguruan Tinggi Islam Negeri yang berada di Makassar. Penamaan UIN di Makassar dengan Alauddin diambil dari nama raja Kesultanan Gowa yang pertama memeluk Islam dan menerima agama Islam sebagai agama kerajaan.
Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:
1. Fase tahun 1962 s.d 1965
Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964. Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77 tanggal 28 Oktober 1965.
2.Fase tahun 1965 s.d 2005
Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965.
Penamaan IAIN di Makassar dengan “Alauddin” diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang pertama memuluk Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam di masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam di masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya. Sultan Alauddin adalah raja Gowa XIV tahun 1593-1639, (kakek/datok) dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan. Ide pemberian nama “ Alauddin ” kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN “ Alauddin” , di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, (cucu/turunan) Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar.
Pada Fase ini, IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5) buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 dimana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba ( 153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.
3. Fase Tahun 2005 s.d sekarang
Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan Senat IAIN Alauddin serta Gubernur Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pnedidikan Nasional R.I. Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar.
VISI DAN MISI
VISI
Pusat Pencerahan dan Transformasi Ipteks Berbasis Peradaban Islam.
MISI
Sedangkan misinya adalah untuk:
Menciptakan atmosfir akademik yang representative bagi peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kualitas kehidupan bermasyarakat.
Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang merefleksikan kemampuan integrasi antara nilai ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks).
Mewujudkan universitas yang mandiri, berkarakter, bertatakelola baik, dan berdaya saing menuju universal riset dengan mengembangkan nilai spiritual dan traadisi keilmuan.
FAKULTAS DAN PROGRAM STUDI
Fakultas Syariah dan HukumIlmu Hukum
Hukum Tata Negara
Hukum Keluarga Islam
Perbandingan Mazhab dan Hukum
Hukum Ekonomi Syariah
Ilmu Falaq
Fakultas Tarbiyah dan KeguruanPendidikan Agama Islam
Pendidikan Bahasa Arab
Manajemen Pendidikan Islam
Pendidikan Bahasa Inggris
Pendidikan Matematika
Pendidikan Fisika
Pendidikan Biologi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pendidikan Islam Anak Usia dini (PIAUD
Fakultas Ushuluddin Filsafat dan PolitikAqidah Filsafat Islam
Studi Agama-Agama
Ilmu Politik
Sosiologi Agama
Ilmu Hadis
Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Hubungan Internasional
Fakultas Adab dan HumanioraBahasa dan Sastra Arab
Bahasa dan Sastra Inggris
Sejarah Kebudayaan Islam
Ilmu Perpustakaan
Fakultas Dakwah dan KomunikasiKomunikasi Penyiaran Islam
Bimbingan Penyuluhan Islam
Pengembangan Masyarakat Islam
Manajemen Dakwah
Jurnalistik
Ilmu Komunikasi
Kesejahteraan Sosial
Manajemen Haji dan Umrah
Fakultas Sains dan TeknologiTeknik Informatika
Biologi
Fisika
Kimia
Matematika
Ilmu Peternakan
Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Teknik Arsitektur
Sistem Informasi
Fakultas Kedokteran dan Ilmu KesehatanKeperawatan
Pendidikan Dokter
Kesehatan Masyarakat
Kebidanan
Farmasi
Ners
Profesi Dokter
Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamIlmu Akuntansi
Ekonomi Islam
Ilmu Ekonomi
Manajemen
Perbankan Syariah
Program Pascasarjana
Magister (S2)Pendidikan Agama Islam
Manajemen Pendidikan Islam
Pendidikan Bahasa Arab
Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Ilmu Hadis
Ekonomi Syariah
Dakwah dan Komunikasi
Dirasah IslamiyahSyariah/Hukum Islam
Pemikiran Islam
Bahasa dan Sastra Arab
Sejarah dan Peradaban Islam
Perpustakaan dan Informasi Islam
Doktor (S3)
Dirasah IslamiyahPendidikan dan Keguruan
Syariah/Hukum Islam
Tafsir
Hadis
Pemikiran Islam
Dakwah dan Komunikasi
Sejarah Peradaban Islam
Pendidikan Bahasa Arab
Bahasa dan Sastra Arab
Ekonomi Islam
ALAMAT
Jl.Sultan Alauddin No. 63, Kota Makassar
VIDEO
FASILITAS SARANA DAN PRASARANA
1 Ruang Kantor 1 140 SD
2 Ruang Kelas 6 208,4 SD
3 Laboratorium Sistem Informasi 3 286,4 SD
4 Perpustakaan Pusat/Univ. 1 4000 SD
5 Perpustakaan Fakultas 1 41,58 SD
6 Ruang lecture theatre 1 196 SD
7 Ruang Ketua & Sekretaris Prodi 2 20,8 SD
8 Ruang Jurnal 1 10,24 SD
9 Ruang Baca 1 44,16 SD
10 Ruang Staf Prodi 1 6,4 SD
11 Laboratorium Jaringan Komputer 1 110,4 SD
12 Laboratorium Multimedia dan Citra Digital 1 110,4 SD
Literasi digital menjadi faktor penting untuk mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.Karena dengan memiliki literasi digital yang mumpuni dapat memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Indonesia kepada seluruh wisatawan mancanegara.Literasi digital sangat berhubungan dengan life skills, karena kemampuan tersebut tidak hanya melibatkan teknologi, namun juga kemampuan untuk belajar, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
Tahapan penggunaan teknologi dalam melakukan perjalanan wisata antara lain:
1. Perencanaan (Planning): Online Reservations
Dewasa ini saat seseorang melakukan perjalanan, reservasi tiket pesawat hingga penginapan mayoritas menggunakan online reservation. Hadirnya aplikasi-aplikasi penunjang online reservation memberikan kemudahan dalam pemesanan sehingga sangat diminati oleh masyarakat di era digital ini.
2. Dalam perjalanan (On The Road): Mobile Phone
Hadirnya smartphone menjadi pemandu terbaik dalam melakukan perjalanan wisata. Saat seseorang berwisata ia bisa mendapatkan berbagai informasi hanya dengan smartphone yang dimilikinya. Mulai dari tempat wisata yang ingin dikunjungi, cara menuju ke tempat tersebut, tempat makan khas suatu daerah, hingga tempat belanja oleh-oleh dapat diketahui dengan smarphone yang kita miliki.
3. Setelah Perjalanan (Post-Trip): Sharing is Living
Maraknya media sosial saat ini merubah pola hidup masyarakat, saat ini share atau posting kegiatan kita menjadi kebiasan sehari-hari masyarakat Indonesia, tidak terkecuali saat kita sedang melakukan perjalanan wisata.
Dari tiga hal diatas dapat kita simpulkan bahwa hadirnya teknologi sangat penting dan tidak dapat ditolak dalam sektor pariwisata. Dalam jangka panjang, literasi digital memiliki peran sangat besar dalam meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi para pelaku industri kreatif di sekitar daerah wisata.
PENJELASAN TENTANG LITERASI DIGITAL DARI BERBAGAI SUMBER
Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.
Literasi adalah penguasaan keterampilan sederhana dan praktis yang membawa pengayaan mendalam dan transformasi kemampuan berpikir manusia. Keterampilan tersebut dibutuhkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dari waktu ke waktu. Bahkan, perkembangannya sangat pesat. Tak hanya itu, inovasi teknologi juga mengubah cara pembelajaran di masyarakat. Maka dari itu, diperlukan keterampilan yang berorientasi teknologi.
Literasi digital adalah ketertarikan, sikap dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi serta memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital secara tepat, untuk mengakses, mengelola, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam dunia kerja dan masyarakat.
Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan memakai informasi dari berbagai sumber, yang bisa diakses melalui komputer.Menurut Paul Gilster di dalam buku Digital Literacy, perkembangan komputer ini terjadi di tahun 1980-an. Kemudian, komputer dipakai di lingkungan terbatas kemudian menyebar di tahun 1990-an. Melalui perangkat ini, informasi bisa diakses dan disebarluaskan melalui jaringan internet.
Menurut pemahaman saya tentang literasi digital terkait penjelasan diatas adalah dimana literasi digital kemampuan pengetahuan untuk memahami dan mengetahui segala sumber informasi dengan memanfaatkan media teknologi yang dapat diakses melalui komputer maupun penggunaan teknologi lainnya sehingga kita mudah mengakses berbagai informasi secara terbaru dan tidak gaptek terhadap penggunaan teknologi sekarang ini.
Berdasarkan empat sumber informasi diatas yang dapat saya simpulkan adalah terkait pemahaman saya mengenai literasi digital tentang kemampuan dan memahami teknologi yang terus berkembang hingga saat ini dimana dapat memudahkan kita untuk mengakses segala informasi yang terbaru yang terjadi di luar.